Transkrip Lontaran Kiai Kanjeng

Sumber Video Cak Nun Sebut Jokowi Firaun Lenyap

avatar potretkota.com
Capture foto dari video unggahan Cak Nun di kanal Youtube CakNun.com.
Capture foto dari video unggahan Cak Nun di kanal Youtube CakNun.com.

Potretktota.com – MH Ainun Najib atau yang umum dikenal dengan sebutan Cak Nun kembali membuat kehebohan. Kali ini, Cak Nun melontarkan stetmen dengan menyebut Presiden Jokowi Widodo atau Jokowi dengan sebutan Fir’aun. Sontak pernyataan Cak Nun ini membuat pendukung Presiden Jokowi geram dan balik menyerang Cak Nun dengan beragam konten dan komentar.

Pernyataan Cak Nun terlontar dalam sebuah acara tabligh bertajuk Balagha Asyuddahu yang digelar oleh Majelis Masyarakat Maiyah Bangbangwetan di Pendopo Cak Durasim, Kota Surabaya. Tidak hanya Presiden Jokowi yang menjadi sasaran lontaran Cak Nun, namun pendiri pengajian Ma’iyah juga menyemprot pengusaha Anthony Salim dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga: Hakim Putus Terdakwa Ivan Sugiamto 9 Bulan Penjara

Dalam konten video yang diketahui disiarkan secara langsung oleh kanal Youtube Bangbang Wetan tersebut, Cak Nun menyebut pengusaha Anthony Salim dengan sebutan Qarun dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dengan sebutan Haman. Sayangnya, dari hasil penelusuran Potretkota.com, sumber konten yang ramai diberitakan diunggah pada Senin, (09/01/2023) itu, sudah lenyap.

Akan tetapi, potongan video yang menampilkan pernyataan Cak Nun yang menyebut Jokowi sebagai Fir’aun, Anthony Salim sebagai Qorun dan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Haman masih dengan mudah ditemukan, khususnya diberbagai situs jejaring sosial seperti Twitter dan Tik Tok. Berikut transkrip potongan video yang sempat menjadi trending diberbagai situs jejaring tersebut.

“Saiki, saiki, saiki nek koen takon misale (sekarang, sekarang, sekarang kalau kamu tanya misalkan) hasil Pemilu iku (itu) kan mencerminkan tingkat kedewasaan dan ketidakdewasaan rakyatnya, betul ndak (tidak)? Bahkan juga algoritma Pemilu, saiki (sekarang) misal Pemilu 2024 iku koen gak (itu kamu tidak) mungkin menang. Wes onok sing (sudah ada yang) menang ket saiki (sejak sekarang), wes onok sing (sudah ada yang) menang. Karena Indonesia dikuasai oleh Fir’aun yang namanya Jokowi, oleh Qorun yang namanya Anthony Salim dan sepuluh naga, gak (bukan) sembilan, sepuluh saiki rek (sekarang). Terus Haman yang namanya Luhut, ngono yo (begitu ya),” ucap Cak Nun dalam potongan video yang beredar.

“Jadi, negara kita itu sesempurna dicekel cek ngono iku (dipegang erat begitu ya), wes gak onok bocor-bocore cekel cek (sudah tidak ada bocor-bocornya pegang erat) oleh Fir’aun, Haman dan Qorun. Itu seluruhnya sistemnya, seluruh perangkatnya semua alat-alat politik dan alat-alat kerja langsung dipegang mereka semua. Dari uangnya, sampai sistemnya, sampai otoriternya, sampai apaun sudah dipegang. Jadi koen milih sopo ae engko wes onok sing (kamu memilih siapa saja nanti sudah ada yang) menang,” sambung Cak Nun.

Namun demikian, pasaca ucapannya viral, Cak Nun akhirnya meminta maaf melalui unggahan videonya di kanal Youtube CakNun.com, Selasa, (17/01/2023). Dalam unggahan itu, Cak Nun mengaku telah disidang oleh keluarga, tak terkecuali anaknya Sabrang. Keluarga menyalahkan ucapan Cak Nun yang dianggap tidak bijaksana bahkan melanggar nasehatnya sendiri.

Baca Juga: Ivan Sugiamto yang Paksa Siswa Menggonggong Dituntut 10 Bulan

“Anu (itu) Tup, saya tuh barusan disidang sama keluarga, dihajar, pokoke disalah-salahke (pokoknya disalah-salahkan), digoblok-goblokke (dibodoh-bodohkan), disesat-sesatke (disesat-sesatkan). Kenapa, kenapa digoblok-goblokke (dibodoh-bodohkan)? Karena saya mengucapkan yang seharusnya tidak saya ucapkan,” ungkap Cak Nun.

“Kan saya yang mengajarkan di Maiyah dan semua keluarga bahwa ora waton bener kuwi keucapke (tidak menjadi benar ucapan itu) kan harus baik, efeknya harus diperhitungkan, harus bijaksana, saya dianggap tidak bijaksana. Kan saya yang mengajarkan jangan ngomong siapa tapi apa, begitu. Itu kan, itu saya sendiri melanggar gitu, jadi akhirnya saya, ya saya minta maaf sama keluarga termasuk termasuk Sabrang iki ngajar aku entek-entek’an (ini menghajar habis-habisan) karena saya, saya melakukan apa yang saya sendiri mengajarkan untuk tidak dilakukan, kan begitu,” jelas Cak Nun yang didampingi anaknya Sabrang.

“Nah saya, terus saya gimana? Ya saya ndak (tidak), ndak (tidak) masalah bagus kan, saya kan punya anak-anak dan keluarga yang mencintai saya sehingga mengontrol saya dan saya pertama mohon ampun kepada Allah SWT, allahummaghfirli, allahummahdini, allahummarhamni itu,” lanjut Cak Nun.

Baca Juga: Camat Asemrowo Akan Laporkan Penyebar Video Hoax Soal Wanita Sembunyi Dalam Meja Kerjanya

“Jadi aku, saya mohon ampun kepada Allah, saya mohon rahmat kepada Allah, saya mohon pertolongan kepada Allah, saya mohon tuntunan dari Allah, allhummahdini gitu ya, dan saya minta maaf kepada semua yang terciptrat menjadi tidak enak atau menjadi menderita atau menjadi apapun oleh ucapan saya itu gitu ya. Karena ini masalahnya gini Tup, ini kan kita sedang memulai era baru Maiyah,” terang Cak Nun lagi.

Dari, dari sinau bareng kita memulai era sinau ngaji (mengaji) sepuluh pantun, ngaji (mengaji) perupaan dan mata kuliah pertama adalah aktivasi ruh. Artinya kita itu jangan hanya berpikir secara, jangan mengambil keputusan hidup hanya secara materi tapi juga jangan hanya secara akal karena akal tidak mencukupi maka kita harus belajar untuk, untuk peka, untuk ngambil (mengambil), untuk mempelajari keputusan roh gitu ya. Ucapan roh, keputusan roh dan cara berpikir roh dan seterusnya,” sambung Cak Nun lagi.

“Nah, dipelajaran pertama itu saya sendiri yang, yang kesambet (tersambar), kesambet (tersambar) itu tolong anda pahami sebagai bagian dari hidup manusia gitu ya. Kalian semua jangan, jangan mengucapkan apa yang harus tidak diucapkan. Harus mengucapkan sesuatu yang, yang, yang kamu hitung betul secara bijaksana ndak hanya, ndak hanya secara bener dan baik gitu ya, secara bijaksana gitu ya,” tutup Cak Nun. (ASB)

Berita Terbaru