Potretkota.com - Diduga bekingi para koruptor, Inspektorat Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) didemo. Unjuk rasa ini merupakan kekecewaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang membaca auditor Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) soal hibah bernilai triliunan, termasuk untuk organisasi masyarakat yang berbadan hukum.
"Harusnya inspektorat melakukan tindakan tegas terdapat Kepala Dinas yang tidak bertanggung jawab atas hibah yang sudah dicairkan. Jangan malah terkesan tutup mata dan telinga jika ditemukan indikasi korupsi," jelas Winarto, Senin (13/3/2023).
Baca Juga: Masa Depan Pasar Sukomanunggal Menuju Drive Thru Market
Menurut Winarto, Kepala Inspektorat Pemrov Jatim Dr. Drs. Helmy Perdana Putera, M.Si., CGCAE, layak dicopot, dikarenakan tidak transparan dalam memberikan laporan kepada publik. "Ada sesuatu yang dirahasiakan dalam laporan ke BPK. Seharusnya laporan hibah yang diberikan BPK bernilai triliunan harus transparan," tambahnya.
Baca Juga: Massa Gelar Aksi Tuntut Reward Atlet ke Kantor Wali Kota Pasuruan
Jika tuntutannya tidak terpenuhi, yaitu mencopot Helmy Perdana dari Jabatan Kepala Dinas Pemrov Jatim, pihaknya mengancam akan berunjuk rasa di rumah Gubernur Jatim, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si ataupun rumah Wakil Gubernur Jatim Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc.
Baca Juga: Husnul Huluk Disorot, SPM: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Korupsi Ponpes Al Ibrohimi Gresik Lolos
Alasannya, agar Indar Parawansa ataupun Emil Elestianto Dardak, tidak memelihara tikus-tikus yang telah mencoreng nama baik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Tikus-tikus itu hari dibasmi, agar tidak mengotori nama baik Provinsi. Jangan pelihara orang bermasalah," imbuh Winarto. (Hyu)
Editor : Redaksi