Potretkota.com - Fonomena kotak kosong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia semakin meningkat, tak terkecuali di Surabaya mengikutinya jejaknya.
Pilkada Kota Surabaya, hanya ada Paslon Tunggal, Eri Cahyadi - Armuji (Erji) yang telah diusung 18 partai, diantaranya dari parlemen PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, PKS, PAN, PPP, NasDem, dan PSI. Sedangkan dari non parlemen, yakni Partai Garuda, Perindo, Ummat, PBB, Gelora, Partai Buruh, Hanura, dan PKN.
Baca Juga: Perkara Pengerukan Kolam Pelabuhan Berdampak Reputasi dan Kepercayaan Internasional
Mendapati hal ini, pengamat politik Rocky Gerung berpendapat, Pilkada merupakan kompetisi antara orang dan orang.
"Kompetisi itu antara orang dan orang. Bukan orang dan barang," singkat Rocky Gerung kepada Potretkota.com, Senin (7/10/2024).
Baca Juga: Surabaya dan Darurat Pendidikan Afektif di Era Disrupsi
Karena kompetisi antara orang dan barang, Rocky Gerung tidak ingin berpendapat lagi soal demokrasi Pilkada 2024, Calon kepala daerah dan kotak kosong.
Untuk diketahui, setiap harinya pendukung kotak kosong di Surabaya bertambah, mulai advokat, budayawan, pengusaha, politikus, pensiunan PNS Pemkot Surabaya, lembaga masyarakat, bahkan organ dibawah partai itu sendiri.
Baca Juga: Munculnya Gerakan Masyarakat Sipil sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Rezim Prabowo–Gibran
Mereka semua mengganggap, kotak kosong yang diciptakan oleh Eri Cahyadi - Armuji membunuh demokrasi di Surabaya. (Hyu)
Editor : Redaksi