Pakai APBD Bahas Masalah BUMD, Pansus DPRD Jatim Pilih Bungkam

avatar potretkota.com
Musyafak Rouf
Musyafak Rouf

Potretkota.com - Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf menegaskan bahwa pembahasan terkait kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) masih menunggu hasil kerja Panitia Khusus (Pansus).

Menurutnya, hingga saat ini DPRD belum menerima laporan resmi yang merinci kondisi keuangan masing-masing BUMD, baik yang mencatatkan keuntungan maupun mengalami kerugian.

Baca Juga: 86 Reklame Ilegal Ukuran Besar Berdiri di Kota Pasuruan, Sekda dan Satpol PP Memilih Bungkam

“Belum, kita masih belum mendapat laporan dari Pansus. Kira-kira mana BUMD yang laba, mana yang rugi, secara detail belum bisa kami sampaikan karena Pansus masih bekerja,” ujar Musyafak, Senin (30/3/2026).

Politisi PKB dari daerah pemilihan Surabaya ini menjelaskan, Pansus saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD, termasuk menilai kesesuaian antara program yang dijalankan dengan kondisi di lapangan.

“Apa yang sudah dikerjakan dan apa yang belum dilakukan sesuai kondisi di lapangan, itu menjadi bagian dari tugas Pansus,” tambahnya.

Baca Juga: Pansus DPRD Jatim Soroti Gaji Direksi dan Hasil Kinerja BUMD

Sementara itu, anggota DPRD Jawa Timur dari dapil Surabaya memilih tidak memberikan komentar terkait isu BUMD yang disebut-sebut bermasalah. Lilik Hendarwati dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Yordan M. Batara-Goa PDI Perjuangan pilih bungkam saat dimintai tanggapan.

Untuk diketahui, Panitia Khusus (Pansus) BUMD dibentuk dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang bersumber dari uang rakyat, sejak November 2025 lalu dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Baca Juga: Kasus Izin Tambang ESDM Jatim, Nama Ariful Bhuana Jadi Sorotan

Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti rapat, konsumsi, serta kunjungan kerja. Pembentukan Pansus ini diharapkan dapat mendorong perbaikan di sektor sumber daya manusia (SDM), manajemen, serta aspek keuangan BUMD di Jawa Timur. (Hyu)

Berita Terbaru