Potretkota.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, memberikan pers release terkait dengan Perkembangan Indeks Harga Konsumen Jatim per September 2018. Sebagaimana data yang ditunjukan, bahwa tiga kota mengalami inflasi dan lima kota mengalami deflasi.
Kediri merupakan daerah yang mengalami inflasi tertinggi 0,20 persen. Sedangkan Banyuwangi merupakan daerah yang mengalami deflasi tertinggi 0,49 persen.
Baca Juga: Lima Anak Menunggu di Rumah Kontrakan, Sang Ayah Ditahan Polisi Akibat Tak Bisa Lunasi Utang
Menurut Kepala BPS Jawa Timur, Teguh Pramono, MA, komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi Jatim pada bulan September 2018 ini adalah, biaya Perguruan Tinggi, kemudian disusul dengan harga buah-buahan.
Baca Juga: Supplier Buah Lokal Gugat Superindo ke PN Mojokerto
"Yang mengalami inflasi di Jawa Timur, biaya pendidikan perguruan tinggi kemudian disusul dengan harga jeruk, pepaya, melon, wortel, kentang, dan rokok kretek filter." kata Teguh di Gedung BPS, Senin (1/10/2018).
Tegh melanjutkan, bahwa yang cukup membanggakan karena yang mengalami deflasi di Jatim saat ini adalah kebutuhan pokok, yang banyak dibutuhkan ibu rumah tangga. "Alhamdulillah, yang banyak dibutuhkan rumah tangga, daging ayam ras, angkutan udara, telur, bawang merah, tomat, sayur, gula pasir, susu," ungkapnya.
Baca Juga: Bisnis Pelindo Regional 3 Alami Pertumbuhan Signifikan
Dari delapan titik pengamatan untuk inflasi dan deflasi di Jatim, ia menyebutkan daerah yang mengalami inflasi adalah Kediri, Surabaya, dan Sumenep. Sedangkan untuk daerah yang mengalami deflasi adalah Banyuwangi, Malang, Probolinggo, Jember, dan Madiun. (Qin)
Editor : Redaksi