Potretkota.com - Adanya kejadian kasus Hepatitis Akut yang Belum Diketahui Etiologinya atau penyebabnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghimbau dan meminta seluruh masyarakat Jatim untuk tidak panik dan tetap tenang menghadapi potensi kritis yang disebabkan Hepatitis Akut tersebut, serta meminta untuk sigap melihat gejala yang ditimbulkan.
"Untuk mencegah dan mengendalikan penularan hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya di Jawa Timur, saya menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati namun tetap tenang," tegasnya.
Baca Juga: Hakim Tipikor Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah di Pokir Kusnadi
Mantan Menteri Sosial RI itu menyebut, gejala klinis dari Hepatitis Akut ini antara lain nyeri perut bagian bawah, diare, muntah-muntah, serta peningkatan enzim hati.
"Maka semua orang, baik anak kecil maupun dewasa, harus punya awareness akan bahaya penyakit ini. Kita juga wajib gercep melihat gejalanya. Karena semakin cepat ditangani, peluang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan semakin besar," ujar Khofifah.
Hingga saat ini, tidak ditemukan gejala demam dalam sebagian besar kasus. Meski begitu, ia mengingatkan agar tidak lengah jika ada warga masyarakat yang mengalami demam.
"Jangan anggap sepele gejala yang ada. Walaupun jarang ada pasien Hepatitis Akut ini yang menderita demam, tapi alangkah baiknya kalau masyarakat langsung memeriksakan diri ke Faskes terdekat kalau sudah merasa tidak enak badan," jelas Khoffifah.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Sambangi Unit Rehabilitasi Sosial di Pasuruan
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menekankan pentingnya tindakan preventif dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta protokol kesehatan. Ia juga mengingatkan agar masyarakat menjaga satu sama lain dengan saling mengawasi.
"Tetap cuci tangan dengan sabun, memakan makanan bersih dan sehat, menjaga jarak, serta hindari menggunakan fasilitas atau barang yang sudah digunakan orang lain. Kira-kira hampir sama seperti saat kita Prokes untuk menjaga diri dari covid-19," katanya.
Tidak hanya itu, Khofifah juga mengingatkan agar masyarakat saling menjaga dan memperhatikan satu sama lain. Yang dewasa mengawasi anak-anak dan yang muda juga menjaga yang tua. Harus bersinergi karena sebelumnya sudah dibuktikan, akan lebih mudah melewati masa krisis jika saling menjaga.
Baca Juga: Pejabat Pemprov Jatim Tak Bisa Jelaskan Hibah Non Pokir Rp29 T
Lebih jauh, Khofifah menegaskan bahwa pemerintah akan terus berusaha menangani situasi yang ada. Semua pihak, jelasnya, akan mengambil peran menyelesaikan masalah ini. Terhadap adanya wabah terbaru ini, Khofifah menegaskan, pemerintah akan meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan yang bisa diakses semua orang.
Namun ia juga mengingatkan bahwa hal ini bukan hanya beban yang ada di Dinas Kesehatan ataupun turunannya, melainkan juga tanggung jawab Gubernur serta Bupati/Walikota di Jatim serta seluruh elemen masyarakat untuk mencegah Hepatitis Akut agar tidak mewabah di Jawa Timur.
"Selain menjaga prokes dan menerapkan gaya hidup sehat, untuk sementara jangan dulu berenang di kolam renang umum, tidak bermain di playground, serta hindari menyentuh hand railing, knop pintu, dinding, dan benda lain yang sering dipegang orang," tandas Khoffifah.(CS)
Editor : Redaksi