Potretkota.com - Pada saat pelaksanaan Pemilu serentak tak luput adanya insiden tak terduga. Hal ini diungkapkan Ketua Divisi SDM dan Litbang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Eka Wisnu Wardhana.
Menurutnya ada 2 petugas dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia, yakni di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri. Selain itu, tujuh KPPS sedang berada di rumah sakit karena diduga kelelahan saat menjalankan tugas.
Baca Juga: Aktivis 98 Minta APH Selidiki Penyelewengan Dana Kampanye Khofifah-Emil Pilkada 2024
“Ketujuh petugas KPPS yakni dari Banyuwangi, Tulungagung, Ngawi, Kota Mojokerto, Malang, Pasuruan dan Pamekasan. Menurut Wisnu Wardhana,” jelas Eka Wisnu Wardhana kepada wartawan, Kamis (28/11/2024).
Baca Juga: Laporan Dana Kampanye Khofifah-Emil Rp1,4 Miliar, Aktivis Menyoal Sumbangan Haji Her Rp38 Miliar
KPU Jatim sudah menyiapkan asuransi berupa BPJS Ketenagakerjaan atau santunan yang akan diberikan kepada masing-masing keluarga petugas yang sakit dan meninggal dunia.
Baca Juga: GMNI Jember Soroti Potensi Koperasi Desa Merah Putih Jadi Jaringan Politik di Desa
Informasinya, nominal yang diberikan untuk petugas yang meninggal dunia sekitar Rp36 juta, pluas bantuan biaya pemakaman Rp10 juta. Sedangkan untuk yang sakit sesuai dengan kualifikasinya yakni dari yang kualifikasi ringan sebesar Rp2 juta rupiah dan kualifikasi berat Rp30,8 juta. (KF)
Editor : Redaksi