Potretkota.com - Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) diselenggarakan di Lapangan Kodam V Brawijaya. Dihadiri oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Gubernur Jawa Timur, Drs, H. Soekarwo, Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A dan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin , bersama beberapa pejabat terkait di wilayah Jawa Timur lainnya, Rabu (20/12/2017).
Dalam acara, selain membuka pasar murah, HKSN juga menyediakan berbagai kegiatan sosial lainnya, tanpa terkecuali bakti sosial, donor darah hingga pengobatan gratis.
Baca Juga: Hakim Tipikor Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah di Pokir Kusnadi
HKSN sendiri diperingati setiap tanggal 20 Desember mengingat peristiwa perang dalam mempertahankan kemerdekaan yang terjadi pada tahun 1945, hingga tahun 1948 lalu. Alhasil, akibat perang tersebut, menyebabkan bertambahnya jumlah permasalahan sosial di Indonesia. Saat itu disahkan oleh Menteri Sosial RI pertama kali, H. Moeljadi Djojomartono.
Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, peristiwa yang terjadi di Maguwo, Jawa Tengah pada tahun 1948 lalu berhasi menyatukan seluruh lapisan masyarakat dalam perjuangannya melawan penjajah dengan cara bergerilya.
“Ketika Bung Karno, Bung Hatta ditahan oleh Belanda pada Peristiwa Maguwo maka Bung Karno meminta Syafruddin Prawiranegara untuk mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Hari itu sebetulnya Jenderal Sudirman oleh Bung Karno diminta tetap di kota. Tapi Jenderal Sudirman melihat perkembangan di kota tidak memungkinkan beliau untuk tinggal di kota Jogja, akhirnya beliau melakukan gerilya,” terang Khofifah.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Sebut Angka Kemiskinan Ekstrim Turun 9,5 Persen
Dari peristiwa yang terjadi di Maguwo pada saat itu, dirinya menegaskan betapa pentingnya untuk membangun persatuan dan kesatuan, sekaligus mewujudkan kegotong-royongan di masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI.
“Reintegrasi sosial itu perlu, karena nilai-nilai yang mulai mengalami pemudaran, hubungan komunikasi yang kurang, pertemuan face to face yang mulai tergantikan gadget. Sebenarnya gadget itu bisa mengkomunikasikan hal-hal tertentu, tapi tidak bisa menggantikan hati atau rasa solidaritas,” kata Menteri Sosial ini.
Baca Juga: Drama Kolosal Perobekan Bendera Belanda di Surabaya
Untuk itu, pihaknya mengajak dari Kementerian Sosial untuk bersama-sama turun ke lapangan, melakukan gotong royong, membangun persatuan meneguhkan persatuan NKRI dengan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, seperti melaksanakan baksos, donor darah, pengobatan gratis dan lainnya.
“Kita ajak generasi jaman now, untuk terbangun pikirannya, bersama-sama menyerukan HKSN kalau kesetiakawanan sosial itu penting sekali sebagai kekuatan negara. Kita punya #setiakawan keren untuk menyerukan acara HKSN,” tutup Khofifah. (Tok)
Editor : Redaksi