Bentuk Pelajar Disiplin

Panit Binmas Polsek Gubeng Nyambi Guru, Ajarkan Ilmu Lalu Lintas di SMP Negeri 5 Surabaya

avatar Achmad Syaiful Bahri
AIPTU Rikza Firmansyah, Panit Binmas Polsek Gubeng saat mengajar di SMPN 5 Surabaya.
AIPTU Rikza Firmansyah, Panit Binmas Polsek Gubeng saat mengajar di SMPN 5 Surabaya.

Potretkota.com – Bukan sekeder melaksanakan tugas sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), AIPTU Rikza Firmansyah, Panit Binmas Polsek Gubeng Polrestabes Surabaya, juga berperan sebagai pembina ekstrakurikuler Patroli Keamanan Sekolah (PKS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Surabaya.

Kepada Potret Kota, Firman mengaku agar ilmu yang telah dimiliki selama menjadi anggota polisi, bermanfaat bagi generasi bangsa.

Baca Juga: Massa Bakar Maling Sepeda Motor Jojoran di Depan Polisi

Firman mengatakan, salah satu materi yang diajarkan ialah terus menanamkan budaya tertib berlalu lintas, sekaligus membentuk karakter pelajar di SMP Negeri 5 Surabaya.

Kegiatan ekstrakurikuler yang telah berjalan selama bertahun-tahun ini tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan lalu lintas, tetapi juga melatih kedisiplinan, kepemimpinan, hingga kemampuan berbicara di depan umum.

Firmansyah mengungkapkan, program tersebut merupakan kegiatan ekstrakurikuler rutin yang dirancang untuk membentuk karakter siswa melalui berbagai materi pembelajaran.

"Di dalam ekstrakurikuler PKS ini kami mengajarkan Peraturan Baris Berbaris (PBB), public speaking, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, hukum dasar, hingga penanganan dasar tempat kejadian perkara. Kami juga mengajarkan apa yang harus dilakukan apabila siswa menemukan permasalahan atau kecelakaan di lingkungan sekolah," kata Firman, Senin, (27/07/2026).

Menurutnya, materi mengenai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjadi salah satu bekal penting bagi anggota PKS agar memahami keselamatan dan tata tertib berlalu lintas.

Baca Juga: Opera Boneka Cak Bhabin Polisi Sahabat Anak

"Dengan materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 ini, kami bertujuan agar anggota PKS mampu mengerti dan memahami bagaimana keselamatan berlalu lintas, tata cara berlalu lintas, serta aturan-aturannya. Pengetahuan ini kami harapkan dapat mereka tularkan kepada keluarga maupun lingkungan sekolah," jelasnya.

Firman menuturkan dirinya telah menjadi pembina PKS di SMP Negeri 5 Surabaya sejak tahun 2011. Selama mendampingi para siswa, ia melihat program tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik.

"Tujuan utama kami sebenarnya ingin membentuk polisi bagi dirinya sendiri. Mereka memahami aturan hukum, memiliki disiplin, jiwa korsa, profesional sebagai pelajar, sekaligus memupuk rasa kebangsaan dan membentuk karakter yang baik," tuturnya.

Terkait kendala pelaksanaan kegiatan, Firman menyebut hampir tidak ada hambatan yang berarti, terutama karena dukungan sarana dan prasarana di sekolah sudah sangat memadai.

"Kalau kendala hampir tidak ada. Hanya saja ada beberapa peserta didik yang membutuhkan perhatian dan pembimbingan lebih agar karakter mereka dapat terbentuk dengan baik. Untuk sarana dan prasarana di SMP Negeri 5 Surabaya sendiri sangat terpenuhi," ungkapnya.

Ke depan, Firman berharap program PKS dapat diterapkan di lebih banyak sekolah sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

"Saya berharap ekstrakurikuler seperti ini bisa diterapkan di semua sekolah karena mampu membentuk karakter yang baik, menjadikan siswa sebagai polisi bagi dirinya sendiri, ikut membantu mengamankan sekolah, serta mendukung program Sekolah Ramah Anak," pungkasnya. (ASB)

Berita Terbaru