Potretkota.com - Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Bondowoso mengandeng Bank Indonesia wilayah Jawa Timur (Jatim) memproduksi beras organik dengan membina Kelompok Tani Lombok Kolun, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, menuai hasil.
Prof. Indah Prihartin sebagai pendamping kelompok tani binaan Bank Indonesia wilayah Jatim memaparkan, saat ini petani sudah mendapatkan sertifikat internasional. “Untuk mendapatkan sertifikat internasional harus mendapatkan sertifikat nasional dulu, penilaian tidak hanya dalam cara bercocok tanam, melainkan segi segi lingkungan harus bebas dari bahan kimia,” paparnya, Kamis, (23/8/2108).
Baca juga: Lima Anak Menunggu di Rumah Kontrakan, Sang Ayah Ditahan Polisi Akibat Tak Bisa Lunasi Utang
Sertifikat yang didapatkan kelompok tani binaan Bank Indonesia wilayah Jatim, hanya berlaku selama setahun. “Sertifikat ini hanya berlaku 1 tahun dan pengawasan sangat ketat. Sewaktu-waktu bisa dicabut oleh Control Union international,” tambah Dosen UMM kepada Awak media di gudang Kelompok Tani Al barokah.
Baca juga: BPOM dan TPS Lepas Ekspor Rempah ke Amerika Serikat
Ditempat yang sama, Ketua Gapoktan Botanik, Mulyono mengatakan, dari segi pendapatan petani organik konvensional dari Rp 26 Juta perhektar menjadi Rp 38 juta perhektar. “Sekarang ada sekitar 400 petani yang merasakan hasilnya, dan ada jenis beras yakni beras putih, merah dan hitam yang dihasilkan,” katanya kepada Potretkota.com.
Baca juga: Supplier Buah Lokal Gugat Superindo ke PN Mojokerto
Menurut Mulyono, harga beras organik cukup terjangkau, yakni untuk beras putih Rp 15.500, beras merah Rp 17.500 dan beras hitam Rp 28.000. “Kami juga siap mengekspor beras organik ditahun ini,” tambahnya. (Tio)
Editor : Redaksi