Mensos Saifullah Yusuf Dorong 5 Juta KPM PKH di Jatim Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih

avatar potretkota.com
Saifullah Yusuf bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah juga Emil Elestianto Dardak.
Saifullah Yusuf bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah juga Emil Elestianto Dardak.

Potretkota.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan siap mendorong sekitar 5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur (Jatim) menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Langkah ini diharapkan dapat melibatkan penerima bantuan sosial dalam aktivitas ekonomi produktif.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri kegiatan kolaborasi KDMP dengan PKH di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (10/3/2025).

Baca Juga: Gus Ipul Hadiri Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Pasuruan

“Di Pasuruan ada sekitar 229 ribu KPM, sementara di Jawa Timur totalnya 5 juta KPM yang akan didorong menjadi anggota Kopdes Merah Putih,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, dengan menjadi anggota koperasi, KPM tidak hanya berperan sebagai pembeli, tetapi juga sebagai pemilik yang dapat memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan koperasi.

Gus Ipul menjelaskan, kolaborasi antara program perlindungan sosial dengan koperasi desa merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. “Pemerintah ingin penerima manfaat tidak hanya berharap bantuan setiap tiga bulan sekali, tetapi juga semakin berdaya secara ekonomi,” katanya.

Pria kelahiran Agustus 1964 juga menekankan pentingnya data yang akurat dalam penanganan kemiskinan, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Banyak orang di sekitar kita yang tidak tampak penderitaannya. Presiden meminta agar penanganan kemiskinan dimulai dari data yang benar. Jika datanya tepat, intervensi pemerintah juga akan tepat,” jelasnya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi di lingkungannya melalui jalur formal maupun berbagai saluran partisipasi yang telah disediakan oleh Kementerian Sosial.

Ia menegaskan, seluruh upaya penanganan kemiskinan harus dilakukan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan, sesuai amanat konstitusi. Di sisi lain, penerima bantuan sosial diharapkan memiliki semangat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

“Setelah menerima bansos, harus ada semangat menjadi keluarga yang lebih mandiri. Seperti slogan kita, bansos sementara, berdaya selamanya,” ujarnya.

Baca Juga: Dedi Irwansa Partai Demokrat Dorong 30 Persen Pajak Kendaraan untuk Perbaikan Jalan Desa

Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyerahkan secara simbolis Kartu Tanda Anggota dan buku simpanan kepada KPM PKH-Sembako serta pilar-pilar sosial di Desa Gejugjati.

Selain itu, diserahkan pula paket sembako kepada penerima manfaat dan dilakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan koperasi di lokasi.

Sejumlah bantuan juga disalurkan dalam kegiatan tersebut. Menteri Koperasi menyerahkan bantuan dari BNI berupa simpanan pokok dan simpanan wajib bagi 400 anggota KDMP Gejugjati dengan total nilai Rp20 juta.

Dukungan lainnya datang dari berbagai pihak, antara lain PT Pupuk Indonesia berupa bantuan pupuk, Perum Bulog yang memberikan satu unit komputer untuk operasional koperasi, ID Food berupa mesin printer dan paket sembako untuk modal usaha, serta PT Pertamina yang menyerahkan tablet.

Secara khusus, Gus Ipul juga menyerahkan bantuan pemberdayaan sosial kepada kelompok masyarakat yang dipimpin Zubaidah berupa 100 paket ayam petelur dengan total nilai Rp570 juta.

Baca Juga: Satpol PP Sidoarjo Sosialisasi Tata Tertib Bulan Suci Ramadan 1447 H

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan kolaborasi koperasi desa dengan PKH dapat menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

“Kolaborasi Kopdes dengan PKH akan menjadi wadah bagi berbagai kegiatan ekonomi produktif di desa,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa saat ini telah tersedia sekitar 2.200 bangunan gudang dan gerai yang dikelola oleh KDMP. Pemerintah juga tengah membangun sekitar 32 ribu unit bangunan serupa di berbagai daerah.

“Bangunan ini bukan sekadar fisik, tetapi akan dikelola oleh KDMP untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa,” pungkasnya. (dyt)

Berita Terbaru