Potretkota.com – Ajang bergengsi Putra Putri Jawa Timur 2026 sukses melahirkan talenta cilik baru yang siap menginspirasi. Perwakilan Kota Surabaya, Shanessa Maldiva Khu, resmi dinobatkan sebagai Winner Putri Cilik Jawa Timur 2026 pada malam Grand Final yang digelar meriah di Graha Sawunggaling, Surabaya, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Putri dari pasangan Steven (40) dan Cynthia Raharja Surya (33) ini sukses membawa pulang mahkota utama setelah menyisihkan finalis tangguh lainnya, termasuk Ciera Raffasya Atmaja sebagai 1st Runner Up dan Azalea Ufaira sebagai 2nd Runner Up. Kompetisi regional ini diselenggarakan oleh Ryo Management.
Baca Juga: Shanessa Maldiva Khu Bidik Mahkota Putri Anak Jawa Timur 2026
Bagi gadis berusia 11 tahun tersebut, mahkota yang kini terpasang di kepalanya bukan semata-mata simbol kemenangan atau sebuah gelar. Di baliknya terdapat proses panjang, mulai dari persiapan, latihan, karantina, hingga keberanian menunjukkan kemampuan di berbagai tahapan kompetisi.
Perjalanan Shanessa menuju malam final diawali melalui rangkaian pra-karantina dan karantina. Pada tahapan ini, ia tidak hanya dipersiapkan dari sisi penampilan, tetapi juga ditantang mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, kreativitas, serta kemampuan tampil di hadapan publik.
Salah satu kemampuan yang menjadi perhatian adalah public speaking. Kemampuan berbicara dan menyampaikan gagasan menjadi bagian penting dalam perjalanan kompetisinya, sekaligus menguji bagaimana Shanessa mampu menyampaikan pemikiran secara percaya diri sebagai seorang finalis cilik.
Tantangan berlanjut melalui motion challenge pada saat karantina dimana Shanessa memberikan jawaban dan opini dari pertanyaan random yang diberikan juri.
Sejak usia muda, Shanessa telah memiliki gambaran tentang masa depan yang ingin diraihnya. Ketika dewasa nanti, ia ingin menjadi model profesional sekaligus content creator. Ia ingin menggunakan kreativitas dan talenta yang dimilikinya untuk membantu serta menginspirasi orang lain.
Bagi Shanessa, talenta bukan hanya tentang menjadi terkenal atau seorang selebriti. Lebih dari itu, talenta seharusnya dapat menjadi sesuatu yang memberikan manfaat, menginspirasi perempuan dan orang lain di seluruh dunia untuk berani mengembangkan diri, menjadi pribadi yang cantik, cerdas, dan percaya diri.
Kemampuan berbicara Shanessa kembali diuji dalam babak Top 6 Speech. Pencapaian ini menjadi salah satu tahapan penting yang menunjukkan kemampuannya menyampaikan pesan di hadapan audiens dengan percaya diri.
Pada malam Grand Final, Shanessa juga tampil dalam opening dance dan stage performance. Penampilan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan olah panggung yang telah dibangun sejak menjalani berbagai latihan dan pengalaman di dunia modeling serta pertunjukan.
Dunia panggung sebenarnya bukan hal baru bagi Shanessa. Bakat seninya sudah mulai terlihat sejak ia berusia empat tahun. Seiring berjalannya waktu, ia terus menekuni berbagai bidang, mulai dari modeling, public speaking, dancing, hingga vokal. Berbagai pengalaman fashion show yang diikutinya sejak kecil menjadi modal kuat sebelum akhirnya memantapkan diri memasuki dunia pageantry.
Baca Juga: Shanessa Maldiva Khu, Bocah 11 Tahun yang Tekuni Modeling, Singing dan Dancing
Sebelum meraih kesuksesan ini, Shanessa juga tercatat sempat berjuang menembus babak grand final dalam ajang Puteri Anak Jawa Timur 2026 untuk mengembangkan kemampuan diri. Melalui persiapan matang yang kembali dilakoninya sejak September lalu bersama agensi pendukungnya, ia tampil semakin percaya diri.
Salah satu momen yang mencuri perhatian juri adalah penampilannya pada sesi Gala Dinner. Shanessa tampil anggun mengenakan busana yang mengangkat keindahan warisan budaya Bali, sekaligus menunjukkan kemampuannya membawa konsep busana ke atas panggung.
Puncak perjuangan Shanessa terjadi ketika kompetisi memasuki Top 3 Q&A. Pada tahap ini, kemampuan berbicara tidak lagi sekadar soal tampil percaya diri, tetapi juga bagaimana peserta merespons pertanyaan dan menyampaikan jawaban secara spontan di hadapan juri.
Keberhasilan melewati berbagai tahapan tersebut akhirnya mengantarkan Shanessa menjadi pemenang Putri Cilik Jawa Timur 2026.
Melalui unggahan di media sosialnya, Shanessa mengungkapkan rasa haru dan menegaskan bahwa pencapaian yang diraihnya tidak datang secara instan. Ada proses latihan panjang, doa, pelajaran, serta dukungan besar dari orang-orang terdekat di balik senyum kemenangannya.
“Berdiri di panggung ini dengan mengenakan mahkota ini tidak pernah hanya tentang gelar. Ini tentang setiap langkah kecil yang membawa saya sampai di sini, waktu yang tak terhitung untuk persiapan, pelajaran, orang-orang yang percaya kepada saya, dan keberanian untuk terus tampil meski keadaan terasa sulit,” ungkap Shanessa penuh syukur.
Bagi gadis manis ini, mahkota adalah sebuah tanggung jawab baru untuk terus membawa dampak positif, bukan merupakan garis akhir dari perjalanannya.
“Saya belajar bahwa mahkota bukan sekadar sesuatu yang kita kenakan di kepala, tetapi pengingat akan tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kebaikan yang kita bawa bersamanya. Pengalaman ini memberi saya lebih dari sekadar gelar. Ini memberi saya kenangan indah, pelajaran berharga, dan hati yang penuh rasa syukur,” tuturnya.
Kemenangan ini sekaligus menjadi tiket resmi bagi Shanessa Maldiva untuk mengemban tugas sebagai Putri Cilik Jawa Timur 2026 dan melanjutkan perjuangannya membawa nama Jawa Timur ke panggung kompetisi tingkat nasional.
Dari pra-karantina hingga karantina, dari Top 6 Speech hingga Top 3 Q&A, perjalanan Shanessa menunjukkan bahwa mahkota bukanlah akhir dari sebuah kompetisi. Justru dari sinilah perjalanan baru seorang Putri Cilik Jawa Timur dimulai. (ASB)
Editor : Redaksi