Potretkota.com - Janji menyelesaikan program Sertifikat Massal Swadaya (SMS) akhir Desember 2018, sepertinya hanya isapan jempol belaka. Sebab, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya II belum bisa menjanjikan kapan program tersebut terselesaikan.
Kepala BPN Surabaya II, Wasis Suntoro kepada Potretkota.com mengaku, alasan terlambat dikerenakan mendahulukan progam Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) tahun 2017 dengan target 20 ribu sertifikat.
Baca Juga: ARSAS Soroti Rasa Keadilan dalam Seleksi PPDB Surabaya 2026
“Jadi seharusnya program SMS dilaksanakan dahulu, namun karena ada program utama PSTL, pegawai fokus mengerjakan PSTL,” kata Wasis Suntoro, Senin (3/12/2018).
Untuk program PSTL, berada di Kelurahan Kapas Madya Baru, Kelurahan Bulak Banteng dan Kelurahan Tanah Kali Kedinding. Sedangkan program SMS berada di semua kelurahan wilayah BPN Surabaya II.
Baca Juga: Munculnya Gerakan Masyarakat Sipil sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Rezim Prabowo–Gibran
Karena banyaknya wilayah BPN Surabaya II yang dikerjakan, Wasis belum bisa memastikan target yang semestinya berakhir Desember 2018 bisa terlaksana. “Saya belum berani memastikan, tapi kami berusaha,” ujarnya memastikan tidak terkendala dengan gangguan server BPN mulai Aceh hingga Papua.
Program SMS 2016, disebut Wasis ada 2800 pemohon. Namun, hingga saat ini masih ada sekitar 800 pemohon masih pengukuran ataupun belum terselesaikan. “Kami membutuhkan waktu untuk pengerjaannya,” dalihnya.
Baca Juga: Menolak Lupa: Uang Korupsi Hasil Kejahatan Putu Harry Sasmita Mengalir ke Diah Irawati
Sebelumnya, Lurah Rungkut Kidul, Diah Ernawati saat ditemui warga mengaku tidak mengetahui alasan molornya program SMS yang digarap pihak BPN Surabaya II. Padahal, program SMS 2016 pernah ditargetkan Pemkot Surabaya rampung akhir 2017. “Kalau program PSTL sudah dibagikan, kalau program SMS belum dibagikan, coba langsung tanya ke BPN,” akunya baru-baru ini. (Hyu)
Editor : Redaksi