BPN Surabaya II Lamban Garap Program SMS 2016

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Janji menyelesaikan program Sertifikat Massal Swadaya (SMS) akhir Desember 2018, sepertinya hanya isapan jempol belaka. Sebab, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya II belum bisa menjanjikan kapan program tersebut terselesaikan.

Kepala BPN Surabaya II, Wasis Suntoro kepada Potretkota.com mengaku, alasan terlambat dikerenakan mendahulukan progam Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) tahun 2017 dengan target 20 ribu sertifikat.

Baca Juga: 86 Reklame Ilegal Ukuran Besar Berdiri di Kota Pasuruan, Sekda dan Satpol PP Memilih Bungkam

“Jadi seharusnya program SMS dilaksanakan dahulu, namun karena ada program utama PSTL, pegawai fokus mengerjakan PSTL,” kata Wasis Suntoro, Senin (3/12/2018).

Untuk program PSTL, berada di Kelurahan Kapas Madya Baru, Kelurahan Bulak Banteng dan Kelurahan Tanah Kali Kedinding. Sedangkan program SMS berada di semua kelurahan wilayah BPN Surabaya II.

Baca Juga: Kasus Izin Tambang ESDM Jatim, Nama Ariful Bhuana Jadi Sorotan

Karena banyaknya wilayah BPN Surabaya II yang dikerjakan, Wasis belum bisa memastikan target yang semestinya berakhir Desember 2018 bisa terlaksana. “Saya belum berani memastikan, tapi kami berusaha,” ujarnya memastikan tidak terkendala dengan gangguan server BPN mulai Aceh hingga Papua.

Program SMS 2016, disebut Wasis ada 2800 pemohon. Namun, hingga saat ini masih ada sekitar 800 pemohon masih pengukuran ataupun belum terselesaikan. “Kami membutuhkan waktu untuk pengerjaannya,” dalihnya.

Baca Juga: Penerima Hibah Pokir Lilik Hendarwati DPRD Jatim Ungkap Adanya Permintaan Dana CSR

Sebelumnya, Lurah Rungkut Kidul, Diah Ernawati saat ditemui warga mengaku tidak mengetahui alasan molornya program SMS yang digarap pihak BPN Surabaya II. Padahal, program SMS 2016 pernah ditargetkan Pemkot Surabaya rampung akhir 2017. “Kalau program PSTL sudah dibagikan, kalau program SMS belum dibagikan, coba langsung tanya ke BPN,” akunya baru-baru ini. (Hyu)

Berita Terbaru