Tak Sesuai Rekaman CCTV

Saksi Sebut Yusuf Jadi Korban Pemukulan Louis, Natalia: Keterangannya Palsu

avatar Achmad Syaiful Bahri
Yusuf alias Haji Yus (kiri) dan Poerwantoro alias Sengek (kanan) usai menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi meringankan, Rabu, (30/09/2026).
Yusuf alias Haji Yus (kiri) dan Poerwantoro alias Sengek (kanan) usai menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi meringankan, Rabu, (30/09/2026).

Potretkota.com – Sidang perkara pengeroyokan oleh Yusuf alias Haji Yus dan Poerwantoro alias Sengek terhadap Louis Prasetya kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (30/09/2026). Kali ini, Ipang dan Sylvia, karyawan Poerwantoro, bersaksi dalam persidangan. Keduanya menyebut, Yusuf justru menjadi korban pemukulan Louis. Namun, keterangan tersebut dibantah oleh Natalia, kakak Louis.

Usai sidang, Nurdin, kuasa hukum Yusuf dan Poerwantoro, mengakui bahwa apa yang diungkap saksi dalam persidangan merupakan apa yang dilihatnya setelah keributan terjadi, bukan dari awal kejadian. Menurut saksi, Yusuf dalam kondisi di bawah dan sedang dipukuli oleh Louis. Kedua saksi bahkan menegaskan tidak melihat sama sekali aksi pemukulan yang dilakukan Yusuf.

Baca Juga: Kuasa Hukum Soroti Saksi Korban Absen dalam Sidang Dugaan TPPO

“Iya kan yang dilihat kan dia sudah bukan dari awal kan, bukan dari awal. Yang dilihat itu ketika Haji Yus, ketika sudah ada keributan, sudah ada keributan dan Haji Yus itu posisinya di bawah dan yang melakukan pemukulan itu si Louis, kan seperti itu keterangannya tadi. Dua-duanya karyawan Poerwantoro Prazigi,” ungkap Nurdin kepada sejumlah wartawan.

Tidak hanya itu, melalui pengakuan kedua saksi, Nurdin juga menyatakan bahwa Yusuf mengalami luka di bagian pipi. Sementara, Poerwantoro hanya terlihat menarik pakaian Louis. Nurdin kembali menegaskan, kedua saksi datang di pertengahan keributan terjadi, bukan sejak awal. Sehingga tidak melihat aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh Yusuf dan Poerwantoro terhadap Louis.

“Datang di pertengahan, tidak melihat pukul-pukulannya. Tidak melihat Haji Yus melakukan pukulan kepada si Louis. Yang mereka lihat itu sudah ada keributan dan ketika Haji Yus ini sudah berada di bawah. Dan posisinya Louis di atas melakukan pukulan. Dan Pak Poerwantoro itu menarik. Luka itu di Haji Yus ya, itu mereka melihat ada luka di pipinya, sama ada keseleo di punggung,” terang Nurdin.

Selain itu, Nurdin kembali menyangkal Poerwantoro ikut dalam pengeroyokan. Nurdin menyebut, Poerwantoro hanya sekadar melerai. Bahkan menurut Nurdin, pascakejadian, semua keadaan kembali normal seperti biasa, tidak ada yang masuk rumah sakit dan lain sebagainya. Setelah kejadian itu pula, keesokan harinya, semua yang terlibat dalam keributan kembali bekerja seperti biasanya.

Sementara di satu sisi, pengakuan Ipang dan Sylvia dibantah oleh Natalia, kakak Louis. Natalia kembali menekankan agar CCTV segera diputar dalam persidangan untuk membuktikan siapa yang sebenarnya melakukan pengeroyokan dan pemukulan. Jika hanya sekadar bicara, Natalia menyebut, pengakuan bisa dibuat-buat untuk memutarbalikkan fakta.

Baca Juga: Jaksa Putar CCTV di Hadapan Majelis Hakim: Yusuf Akui Memukul, Poerwantoro Masih Mengelak

“Yang pasti gini loh ya, kita bicara CCTV aja lah. Karena apa? Kata-kata itu bisa dibuat kok, omongan juga bisa dibuat. CCTV pun bisa diedit, bukannya begitu. Tapi saya punya yang aslinya, yang punya pertama kali itu justru saya. Baru setelah itu pihak kepolisian kan ngambil datanya di gudang dan di CCTV saya itu sudah jelas sekali kalau itu nggak akan diedit atau apa segala macam lah,” kata Natalia.

Dari rekaman CCTV, lanjut Natalia, Sylvia jaraknya cukup jauh dari lokasi kejadian, sedangkan Ipang baru datang setelah pengeroyokan bubar. Natalia memastikan, keterangan dari keduanya merupakan keterangan palsu, karena keduanya tidak berada tepat di lokasi dan waktu pengeroyokan terjadi. Selain itu, keduanya juga dipastikan tidak akan bisa melihat pengeroyokan dari arah keduanya datang, karena ada truk yang menutupi.

“Ketika saya balik (ke gudang Agrimax), Ipang itu ada di sana. Makanya saya tanya sama Louis, Ipang emang tadi nggak ngelerai? Terus ternyata, karena Ipang itu datangnya posisi semua sudah selesai, nggak melihat langsung. Yang perempuannya itu (Sylvia), sempat melihat yang terakhir-terakhir. Di CCTV lah nanti ada semua. Makanya dibuka CCTV-nya,” tegas Natalia.

Baca Juga: Keluar Pokok Perkara, Pengacara Yusuf dan Poerwantoro Cecar Saksi Polisi Bak Sidang Praperadilan

Natalia juga menegaskan, persidangan ini seolah digiring agar terkesan terjadi perkelahian antara Yusuf dan Louis yang kemudian dilerai oleh Poerwantoro, bukan pengeroyokan. Menurut Natalia, tidak masuk akal jika Poerwantoro melerai, namun memiting leher Louis sambil mengancam. Sementara Yusuf dan Fatah Nalendra alias Celeng memukuli Louis hingga tak sadarkan diri.

Menanggapi ungkapan Nurdin soal Yusuf yang justru menjadi korban serta mengalami luka dari keterangan Ipang dan Sylvia, pernyataan tersebut dianggap Natalia sebagai playing victim. Jika memang mengalami luka, seharusnya mereka juga menunjukkan bukti visum sejak di penyidikan polisi. Terlebih, setelah kejadian, Yusuf justru bersembunyi dan sempat menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Sama seperti yang saya waktu memberikan sanggahan. Statement kuasa hukum mereka tentang pertanyaan saya, ngerti nggak antara bedanya rasa sakit dan visum et repertum? Yang saya tahu kepala adik saya sakit. Ternyata di visum yang robek sebelah sininya. Kalau mulutnya (Yusuf) robek sih, ya visumkan,” tandas Natalia. (ASB)

Berita Terbaru