Pemeriksaan Terdakwa pengeroyokan

Jaksa Putar CCTV di Hadapan Majelis Hakim: Yusuf Akui Memukul, Poerwantoro Masih Mengelak

avatar Achmad Syaiful Bahri
Terdakwa Yusuf alias Haji Yus dan Poerwantoro saat dicecar Hakim Pujiono, di PN Surabaya, Selasa, (06/10/2026).
Terdakwa Yusuf alias Haji Yus dan Poerwantoro saat dicecar Hakim Pujiono, di PN Surabaya, Selasa, (06/10/2026).

Potretkota.com – Sidang perkara dugaan pengeroyokan terhadap Louis Prasetya di gudang Agrimax, Jalan Tanjungsari, Surabaya, memasuki agenda pemeriksaan terdakwa Yusuf alias Haji Yus dan Poerwantoro. Jaksa Rico Antonio Sinaga memutar rekaman CCTV di hadapan majelis hakim, kedua terdakwa, serta kuasa hukum mereka. Pemeriksaan dipimpin Hakim Ketua Selamet Pujiono, Selasa, (06/10/2026).

Dalam pemeriksaan tersebut, terdakwa Yusuf mengakui telah memukul Louis sebanyak tiga kali. Menurut pengakuan Yusuf kepada majelis hakim, dua pukulan mengenai wajah Louis, sedangkan satu pukulan lainnya tidak mengenai sasaran.

Baca Juga: Kuasa Hukum Soroti Saksi Korban Absen dalam Sidang Dugaan TPPO

Yusuf juga mengaitkan tindakannya dengan kondisi kesehatan yang sedang dialaminya saat kejadian. Ia mengatakan percekcokan bermula ketika Louis dinilai menaikkan nada bicara.

“Saya tanya baik-baik, kenapa nahan barang saya? Saya punya salah apa? Terus habis gitu, kalau gak ada kenapa? Kok kamu tambah nyolot? Tambah tinggi nadanya. (Hakim: Oh tambah tinggi nadanya, nadanya Louis? Bukannya nada kamu yang tambah tinggi?). Saya kan sakit yang mulia,” kata Yusuf menjawab pertanyaan Hakim Selamet Pujiono dalam persidangan.

Yusuf juga memberikan keterangan bahwa dirinya sempat memegang pipi Louis ketika terjadi percekcokan. Hakim Selamet kemudian mempertanyakan alasan tindakan tersebut dan meminta Yusuf memberikan penjelasan secara terbuka.

“Kamu pegang pipinya? Ngapain kamu pegang pipinya? Makanya saya bilang kamu ngomong terus terang. Nggak ada bro laki-laki itu megang pipi itu nggak ada,” tegas Hakim Pujiono.

Berbeda dengan Yusuf, terdakwa Poerwantoro tetap membantah telah memukul Louis. Kepada jaksa, Poerwantoro mengatakan dirinya hanya berusaha melerai ketika melihat Yusuf dan Louis berkelahi. Ia juga mengaku tangan kanannya mengalami cacat.

Baca Juga: Saksi Sebut Yusuf Jadi Korban Pemukulan Louis, Natalia: Keterangannya Palsu

“Saya menarik saksi Louis karena memukuli Haji Yus. Saya tarik pakai tangan kanan karena tangan kiri saya memegang kacamatanya Haji Yus. Louisnya tidak terjatuh,” kata Poerwantoro.

Keterangan Poerwantoro itu kemudian dikonfrontasi jaksa dengan rekaman CCTV yang diputar di persidangan. Sementara itu, Louis dalam keterangannya kepada wartawan menyatakan dirinya justru menjadi pihak yang mengalami pemukulan dan luka. Louis juga membantah klaim bahwa dirinya tetap bekerja secara normal setelah kejadian.

“Kalau emang si Sengek ini berniat atau Purwantoro berniat untuk melerai, harusnya kan ada jeda disana ya, dari pukulan pertama dia kan harusnya tahu si Yusuf ini udah punya niat yang buruk.”

Menurut Louis, dirinya mengalami luka di bagian punggung dan kepala serta mengaku mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Ia mempertanyakan dasar keterangan yang menyatakan dirinya tetap bekerja seperti biasa. Louis juga mengatakan kondisi pascakejadian dapat dikonfirmasi kepada orang-orang yang berada di gudang.

Baca Juga: Keluar Pokok Perkara, Pengacara Yusuf dan Poerwantoro Cecar Saksi Polisi Bak Sidang Praperadilan

“Emang saya kalau mendapat harus sampai seperti apa biar saya mendapatkan keadilan, apa masih kurang luka-luka dan rasa trauma saya ini, apa harus nunggu saya mati gitu,” ujar Louis.

Sementara itu, Natalia, kakak Louis, menilai pemeriksaan terdakwa justru memperlihatkan adanya perubahan keterangan. Natalia mengaku memiliki bukti berupa rekaman dan komunikasi setelah kejadian yang menurutnya berkaitan dengan perkara tersebut. Ia juga menegaskan dirinya tidak mencari uang, melainkan keadilan.

“Saya itu punya bukti semuanya tentang proses RG, tentang mereka menawarkan saya 150 juta terus istri-istrinya itu berani menjawab meme bahwa mereka itu tidak akan memukul adik saya lagi ataupun saya,” tandas Natalia. (ASB)

Berita Terbaru